Powered By Blogger

Rabu, 30 September 2015

SFF

SFF adalah salah satu tempat wisata kuliner dan taman rekreasi keluarga. Terletak di ndaerah Batu, letaknya tidak jauh dari perbatasan Malang dan Batu. Saat ini SFF telah resmi menjadi milik kampus swasta ternama yaitu Universitas Muhammadiyah Malang, meskipun pengelolaannya masih berada di tangan swasta
Di SFF kita bisa menikmati berbagai macam wisata kuliner ataupun hanya sekedar "nongkrong" untuk mengisi waktu luang. Tempatnya yang nyaman, bersih dan strategis membuat pengunjungnya betah untuk berlama-lama disini.Bahkan untuk sekedar selfie pun boleeeh :D

perkembangan IPTEK

Perkembangan IPTEK pada saat ini
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis. Sistem kerja robotis telah mengalihfungsikan tenaga otot manusia dengan pembesaran dan percepatan yang menakjubkan.
Begitupun dengan telah ditemukannya formulasi-formulasi baru aneka kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan iptek yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia. Kalaupun iptek mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti iptek sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan.
sumber : http://okghiqowiy.blogspot.co.id/2013/01/ilmu-pengetahuan-dan-teknologi-iptek.html

H.I UMM

Jurusan Hubungan Internasional (HI) bertujuan untuk mempelajari fenomena-fenomena internasional dan hubungan antar negara dan non negara dalam sistem internasional, termasuk di dalamnya peran International Govermental Organization (IGOs) dan International Non Govermental Organizations (INGOs). Dalam rangka menuju UMM goes international, maka kajian utama jurusan HI difokuskan pada studi HI Asia dengan kajian utama ASEAN dan perkembangan Islam di Dunia Internasional sebagai ciri khas institusi perguruan tinggi Islam.
 
Jurusan ini mempelajari studi kawasan Amerika, Eropa dan Pasifik serta isu-isu seputar globalisasi, isu Internasional domestik (Intermestik), studi strategis, ekonomi politik internasional, terorisme, HAM dll. Dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi, negosiasi, dan manajerial global serta kemampuan berbahasa asing, disediakan lembaga pendukung seperti: laboratorium, Centre for East Asia Studies (CEAS), Centre of Middle Eastern Studies (COMES), Centre of Intermestic Studies (CIS), American Corner, Iran Corner, ACICIS (Australian Concortium for in–Country Indonesian Studies), serta Kursus Bahasa Asing. Mahasiswa HI juga mendapat kesempatan menjadi visitor and research student di berbagai universitas di Singapura, Malaysia, Thailand dan China. 
sumber : http://www.umm.ac.id/id/page/01030301/hubungan-internasional.html

Universitas Muhammadiyah Malang

Universitas Muhammadiyah Malang adalah salah satu kampus swasta yang berada di Kota Malang. Kampus ini mempunyai julukan Kampus Putih. kenapa ? Iya karena seluruh bangungan yang ada di kampus ini bangunannya berwarna putih. Universitas Muhammadiyah Malang mempunyai 3 kampus, salah satunya berada di Jalan Raya Tlogomas, ini adalah kampus yang saya tempati sehari-hari ketika saya mengikuti pembelajaran perkuliahan.
Kampus 3 ini sangat luas, bersih dan asri. Terdapat danau di depan gedung kuliah bersama (GKB) 1, di samping kanan kirinya juga terdapat gazebo yang nyaman untuk digunakan sebagai tempat bersantai saat tidak ada jam kuliah maupun sebagai tempat belajar. Kampus ini juga mempunyai perpustakaan yang buku-bukunya bisa dibilang lengkap guna menunjang pembelajaran para mahasiswa.
Universitas Muhammadiyah memiliki berbagai fasilitas yang menunjang pembelajaran mahasiswa antara lain perpustakaan yang sudah saya sebut di atas, kemudian Lab untuk masing-masing jurusan, kemudian masjid, kantin, hotspot area, tempat parkir yang luas dan masih banyak lagi fasilitas-fasilitas yang lain

Blitar

Blitar merupakan sebuah kota yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 167 km sebelah barat daya Surabaya dan 80 km sebelah barat Malang. Kota Blitar terkenal sebagai tempat dimakamkannya presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Selain disebut sebagai Kota Patria, kota ini juga disebut sebagai Kota Peta (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepimpinanan Soepriadi. Laskar Peta melakukan perlawanan terhadap Jepang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang menginspirasi timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain.
Ikan Koi yang populer di Jepang dapat dibudidayakan dengan baik di kota ini sehingga memberikan julukan tambahan sebagai Kota Koi.
Ada beberapa hal yang menarik tentang blitar yaitu kebudayaannya. Contohnya :

Grebeg Pancasila

Grebeg Pancasila adalah suatu upacara hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni yang didesain sebagai peristiwa budaya. Upacara ini berbeda dengan upacara lainnya. Ritus upacara ini berisi 3 (tiga) mata acara pokok yaitu:
  1. Upacara Budaya
  2. Kirap Gunungan Limo
  3. Kenduri
Upacara ini selalu diadakan sekali dalam setahun di kabupaten Blitar. Hal ini ditujukan untuk mengenang proses pembuatan Pancasila yang menjadi landasan hukum Indonesia. Upacara ini juga diikuti oleh semua masyarakat Blitar dan sering dihadiri oleh pejabat-pejabat Indonesia.
Upacara tradisional Blitar yang lain yang selalu diadakan adalah upacara pencucian pusaka yaitu Gong Kyai Pradah. Upacara tradisional ini diikuti oleh hampir seluruh masyarakat Blitar. Upacara pencucian Gong Kyai Pradah adalah upacara tradisional yang dilaksanakan secara turun temurun dari generasi ke generasi di oleh masyarakat di wilayah Blitar. Selain itu, hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan budaya tradisional. Hal ini juga dimaksudkan untuk memberi berkah bagi siapa saja yang membawa atau dimandikan dengan air yang digunakan untuk pencucian Gong, yang merupakan salah satu alat musik tradisional Jawa. 
sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Blitar
http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/grebeg-pancasila.html

WISATA KULINER BLITAR
Sepintas Nasi Pecel Blitar terlihat sama dengan nasi pecel yang umum dijumpai di Madiun, tapi entah kenapa lidah lebih cocok dengan racikan bumbu pecel Blitar. Rasa yang tidak terlalu manis dengan kacang yang tidak ditumbuk terlalu lembut menjadi keunggulan bumbu pecel Blitar.
Ada banyak warung yang menjual kuliner kebanggaan warga Blitar ini, salah satunya adalah Warung Mbok Bari yang sudah membuka cabang dimana-mana. Termasuk cabang yang terletak di dekat kompleks makam Bung Karno yang selalu ramai dikunjungi oleh pelanggan dan peziarah dari luar kota.
Tersedia berbagai macam lauk untuk melengkapi sepiring nasi yang sudah dilengkapi dengan daun singkong, taoge, kemangi dan potongan ketimun. Tinggal pilih tempe, tahu, potongan ayam berbumbu, jerohan hingga daging empal. Harganya pun tidak terlalu mahal, mulai dari 6.000 rupiah untuk sepiring nasi pecel dengan tambahan lauk tempe goreng. Murah kan?
Tidak sulit mencari Warung Soto Bok Ireng yang beralamatkan di Jalan Kelud, Blitar dekat perempatan lampu merah Jalan Cokroaminoto. Semula berpikir penamaan “Bok Ireng” berasal dari typo menahun “Mbok Ireng”, ternyata dugaan saya salah. Bok berarti jembatan dalam bahasa Jawa. Dikisahkan persis di sebelah warung terdapat jembatan kecil yang konon di tahun 1900-an dicat warna hitam semenjak warung berdiri. Kini cat hitamnya sudah memudar namun kharisma Soto Bok Ireng masih tetap awet hingga diteruskan generasi kedua yang sudah mulai berjualan sejak tahun 1968. Kuah berbumbu diguyur di atas mangkok berisi nasi yang sudah diberi potongan daging sapi dan jerohan seperti usus dan paru. Ikut dibubuhkan sambal dan petis untuk menambah nikmat rasa. Perpaduan kuah menciptakan rasa seperti campuran soto dan rawon saat masuk di mulut. Tidak terasa aneh tapi justru maknyus! Sungguh beda rasa dengan soto Jawa Timur-an pada umumnya. Warung Soto Bok Ireng buka mulai pukul 8 pagi hingga 11 siang dengan harga 7.000 rupiah per mangkok.
Termos berwarna merah yang sengaja diletakkan di samping pintu gerbang Museum Bung Karno mengundang rasa penasaran. Saat saya dekati rupanya si bapak menjual es potong yang menawarkan ragam rasa. Benar-benar godaan di siang hari! Slurppp. Es potong ini tidak dibungkus dengan wadah plastik, melainkan dengan kertas yang sudah tercetak nama dan alamat pabriknya. Produk yang ramah lingkungan.Es Blitar menjadi sebutan secara propinsi, kota-kota di Jawa Timur menamainya demikian karena beragam merk bermunculan. Tapi di Blitar sendiri yang terkenal adalah merk Ice Drop yang pabriknya terletak di Jalan Ahmad Yani sebelah barat gedung DPRD Blitar. Tidak sulit mencarinya, seputaran Jalan Ahmad Yani dan alun-alun banyak dijumpai penjual Ice Drop yang masih menggunakan sepeda dengan dua termos merah yang menempel di kanan kiri jok sepedanya.
Masih di alun-alun tepatnya di samping Lapas II A Blitar, ada beberapa warung yang menjual minuman segar bernama Es Plered. Banyak yang merekomendasikan minuman serupa di daerah Kebonrojo, namun tak ada salahnya mencicipi plered di alun-alun. Bedanya hanya pewarnaan saja, plered yang terbuat dari tepung beras diberi warna merah muda untuk menarik perhatian. Rasa dari plered sendiri hambar, syrup dan santan yang menguyurnya menjadikan Es Plered ( harga mulai 2.500 rupiah ) cocok dinikmati saat dahaga menyerang.Malam hari Kota Blitar cenderung berhawa sejuk, tak ada salahnya juga singgah ke Jalan Lawu dan menghampiri gerobak dengan spanduk bertuliskan STMJ atau Susu Telur Madu Jahe. Puluhan atau mungkin ratusan butir telur kampung tertata rapi di dalam gerobak. Melihat aksi penjual yang meracik campuran susu, telur, madu, dan jahe sungguh menjadi tontonan yang menarik. Minuman penambah stamina ini dibanderol harga 4.000 rupiah.
Tak jauh dari Stasiun Blitar, tepatnya di Jalan Veteran saya tidak sengaja menemukan sebuah warung yang menjual Nasi Ampok. Apa itu Nasi Ampok? Butiran jagung yang sudah ditumbuk halus kemudian dibubur padat akan membentuk suatu adonan mirip makanan pokok nasi beras. Nasi jagung inilah yang menjadi pengganti dari nasi beras di beberapa daerah yang masih kekurangan.Nasi Ampok merupakan campuran dari nasi jagung dengan lauk pauk seperti ikan gereh, sambal goreng isi daun pepaya dan terong, ditambah pelengkap berupa terancam ( parutan kelapa mirip urap ). Harganya pun murah meriah, cuma 4.000 rupiah! Meski terdengar seperti panganan ndeso yang kurang gizi, tapi jangan salah… Justru nasi jagung lebih menyehatkan daripada mengonsumsi nasi beras yang kandungan gulanya lebih tinggi, tak heran sekarang banyak pengidap diabetes mulai melirik nasi jagung sebagai terapi.
sumber : http://jejak-bocahilang.com/2015/01/06/kuliner-asyik-blitar/